pengenalan indikator, yang selayaknya tetap kita pakai di setiap time frame,maaf ini baru saja kami buat di sela-sela menunggu grafik naik gak turun-turun hee hee hee
hai dan kebetulan juga kami lagi refisi web disana sini, keceknya memang lagi sibuk gituuuuu...
Sebelum kami jelaskan perlu diketahui didalam melihat Chart itu dipengaruhi oleh dua prinsip yang sangat penting 1. prinsip shor time atau 2. long time , mohon untuk disadari kita mengambil keputusan order sifatnya no. 1 atau 2 , berikutnya apapun keputusn kita hitunglah strenght (am dibagi selisih kali sepuluh ribu) baru ambil keputusan belanja, heee heee kok ngelatur..... ya
oke sampai disini coba teman amati indikator dibawah ini yang kami seting Chart live, kami merasa kurang sportif jika diseting dengan gambar yang bukan live karena semua orang bisa memprediksi kalo sudah terjadi.... begitukan shobat?.... keterangan ada dibawah gambar
Cara kerja Chart, tolong untuk di uji dalam beberapa bulan kedepan, kalo yakin pakailah!
- Lihat indikator berwarna Putih, perhatiakan seberapa kuat manakala Chandel menembus indikator itu, kemungkianan berapa point yang bisa kita ambil baik naik maupun turun
- Arti Chandel menembus adalah chandel menembus garis putih dan pindah membentuk open sesuai trand
- setelah itu serasikan dengan perpotongan MACD, Baik di TF(timeframe) TF15 TF30, 4jam , horly, weekly, montly
- baru ambil keputusan short time atau long time
- ingat hitung strenght, range daily bulanan dan kuartal
oke sobat gak terasa kok sudah subuh, solat dulu aaaaah.... ,harapan kami semua mendapat Profit. lain waktu kami tambah keterangannya, oke isi koment atau pertanyaan .... dibawah ini
ok kita lanjut
Mengetahui Jalur Sinyal MACD

Histogram: Filter saat TrendingHistogram adalah titik kritis Anda pada pasangan mata uang yang sedang dipertimbangkan untuk perdagangan. Ketika titik ini lebih pendek atau cepat bergerak, rata-rata lintasannya lebih besar atau lebih lambat pada moving average MACD, maka akan menyeberangi garis nol dalam arah masing-masing. Ketika MACD berada di atas garis nol, Anda harus mempertimbangkan dua kemungkinan saja: memasuki perdagangan atau menambah posisi. Sehingga Anda tidak trading dalam counter trend.
Jika harga telah bergerak secara crossover antara histogram dan garis, maka penting memanfaatkan garis moving average periode 12 dan 26 saat perpotongan.
Cara keluar transaksi dengan memanfaatkan MACDMetode MACD yang dapat digunakan untuk memasukkan perdagangan, juga dapat digunakan untuk keluar. Dengan kata lain, Anda dapat mencari crossover garis nol atau sinyal tradisi garis MACD yang melintasi garis sinyal.

Hal pertama yang akan Anda perhatikan adalah bahwa setiap MACD memiliki tujuan tertentu. Bagian atas MACD yang menggunakan periode 12, 26, dan 9 hanya dipakai untuk memasuki perdagangan. Sedangkan bagian bawah MACD yang menggunakan periode 19, 39, dan 9 hanya digunakan untuk keluar dari perdagangan.
Aturan entri yang berbeda dari aturan exit poisisi terkadang membuat Anda menyerah. Lalu bagaimana supaya perbedaan tersebut bisa disatukan? Maka ditambahkanlah filter. Aturan masuk harus mencari crossover garis nol pada 12, 26, dan 9. Aturan keluar mencari MACD line persilangan sederhana dari garis sinyal pada lambat 19, 39, dan 9. Penambahan filter ini dapat memakai simple moving average pada grafik seperti 50, 100, atau 200.
KesimpulanKetika pasar cenderung bergerak sangat cepat, Anda dapat menggunakan alat yang sama dengan pengaturan yang berbeda. Gerald Appel, pencipta MACD menyarankan untuk menggunakan dua kombinasi MACD. Sehingga Anda dapat membeli dan menjual secara cepat atau lambat ketika up-trend. Atau menjual cepat dan membeli kembali perlahan-lahan ketika down-trend. Pada saat pasar cenderung tidak menentu, kedua MACD dapat membantu untuk menenangkan saraf Anda dan mencegah melepaskan kemenangan yang telah didapat.
ok kita lanjut
Mengetahui Jalur Sinyal MACD
23 May 2013 DIBACA:776 OLEH:PARMADITA
Garis-garis sinyal yang terlihat selama ini akan membantu Anda mengonfirmasi, apakah tren memiliki kekuatan atau momentum yang diperlukan untuk menggerakkan market atau tidak. Konfirmasi garis sinyal ini bisa ditemukan pada indikator MACD yang menunjukkan ketika MACD melintasi di atas atau di bawah garis, di situlah sinyal-sinyal mulai terlihat.Histogram: Filter saat TrendingHistogram adalah titik kritis Anda pada pasangan mata uang yang sedang dipertimbangkan untuk perdagangan. Ketika titik ini lebih pendek atau cepat bergerak, rata-rata lintasannya lebih besar atau lebih lambat pada moving average MACD, maka akan menyeberangi garis nol dalam arah masing-masing. Ketika MACD berada di atas garis nol, Anda harus mempertimbangkan dua kemungkinan saja: memasuki perdagangan atau menambah posisi. Sehingga Anda tidak trading dalam counter trend.
Jika harga telah bergerak secara crossover antara histogram dan garis, maka penting memanfaatkan garis moving average periode 12 dan 26 saat perpotongan.
Cara keluar transaksi dengan memanfaatkan MACDMetode MACD yang dapat digunakan untuk memasukkan perdagangan, juga dapat digunakan untuk keluar. Dengan kata lain, Anda dapat mencari crossover garis nol atau sinyal tradisi garis MACD yang melintasi garis sinyal.
Hal pertama yang akan Anda perhatikan adalah bahwa setiap MACD memiliki tujuan tertentu. Bagian atas MACD yang menggunakan periode 12, 26, dan 9 hanya dipakai untuk memasuki perdagangan. Sedangkan bagian bawah MACD yang menggunakan periode 19, 39, dan 9 hanya digunakan untuk keluar dari perdagangan.
Aturan entri yang berbeda dari aturan exit poisisi terkadang membuat Anda menyerah. Lalu bagaimana supaya perbedaan tersebut bisa disatukan? Maka ditambahkanlah filter. Aturan masuk harus mencari crossover garis nol pada 12, 26, dan 9. Aturan keluar mencari MACD line persilangan sederhana dari garis sinyal pada lambat 19, 39, dan 9. Penambahan filter ini dapat memakai simple moving average pada grafik seperti 50, 100, atau 200.
KesimpulanKetika pasar cenderung bergerak sangat cepat, Anda dapat menggunakan alat yang sama dengan pengaturan yang berbeda. Gerald Appel, pencipta MACD menyarankan untuk menggunakan dua kombinasi MACD. Sehingga Anda dapat membeli dan menjual secara cepat atau lambat ketika up-trend. Atau menjual cepat dan membeli kembali perlahan-lahan ketika down-trend. Pada saat pasar cenderung tidak menentu, kedua MACD dapat membantu untuk menenangkan saraf Anda dan mencegah melepaskan kemenangan yang telah didapat.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^