23 May 2013 DIBACA:519
Cara bertransaksi terkadang tidak selalu
mujur hingga bisa keluar dengan profit. Karena perdagangan adalah zero
sum game, begitu Anda berada di perdagangan, pasar (atau perspektif
market) cenderung akan bekerja untuk meyakinkan, bahwa Anda harus keluar
dari perdagangan saat ini. Atau setidaknya untuk mengubah strategi.
Atau juga bisa jadi Anda harus puas dengan keuntungan yang sejauh ini
cukup untuk kebutuhan sehari-hari.Seringkali, hal ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Anda. Namun Anda jangan khawatir, MACD akan melakukan pekerjaan yang baik untuk menunjukkan kepada Anda, bagaimana memasukkan keuntungan dengan probabilitas tinggi tetapi strategi yang digunakan dapat membantu Anda dengan lebih mudah dan sederhana.
Banyak trader bekerja terlalu keras saat mereka mulai membuka posisi. Namun kenyataannya banyak dari mereka malah menghabiskan waktu dan fokus yang sangat sedikit pada strategi exit. Salah satu alat yang kita dapat pakai adalah Moving Average Convergence Divergence atau yang disebut dengan strategi MACD. Dengan strategi MACD, trader bisa memperoleh langkah yang baik saat keluar posisinya.
MACD diciptakan pada akhir tahun 1970
oleh Gerald Appel, yang mengatakan MACD sebagai "indikator untuk semua
musim". Karena indikator ini dapat membantu pedagang baik saat masuk
posisi ataupun saat keluar dari transaksi, serta bekerja pada semua
frame waktu. Dengan cepat MACD menjadi favorit sebagian besar trader.
Jika Anda baru mencoba MACD, atau malah baru mengenal pertama kali di artikel ini, maka kami beritahukan bahwa produk indikator dari MACD cukup sederhana untuk digunakan. Appel menciptakan indikator ini yang dengan mengurangkan jangka panjang Exponential Moving Average (EMA), dari EMA jangka pendek untuk menemukan arah tren.
Line merah MACD akan naik jika tren jangka pendek mendapatkan kekuatan, dan akan turun jika tren jangka pendek kehilangan kekuatan. Pembagi pada gambar di atas dikenal sebagai garis histogram atau nol. Dia merupakan tes lakmus, apakah pedagang sedang menganalisis harga yang sedang berada di posisi bullish atau bearish pada pasangan. Maka di sinilah trader akan mengerti kemana arah trend tersebut berada.
sumber: dailyfx.com
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^